PULO TAREBA, TERNATE — Menikmati alam tidak selalu harus menempuh perjalanan jauh ke dalam hutan. Di Pulo Tareba, kawasan yang berada tepat di Danau Tolire, Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate, Maluku Utara, pengunjung memiliki kesempatan untuk menjumpai salah satu satwa endemik kebanggaan daerah ini, yaitu kuskus matabiru (*Phalanger matabiru*), secara langsung di habitat alaminya.
Pada malam hari, kuskus matabiru kerap terlihat beraktivitas di pepohonan di sekitar kawasan Pulo Tareba. Bahkan, satwa ini beberapa kali dijumpai tidak jauh dari basecamp komunitas. Kondisi tersebut menjadikan Pulo Tareba sebagai salah satu tempat yang menarik bagi pencinta alam, fotografer satwa liar, peneliti, maupun masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat keunikan fauna Maluku Utara.
Ibeng, salah satu pengurus Komunitas Pulo Tareba, membenarkan bahwa perjumpaan dengan kuskus matabiru merupakan pengalaman yang kerap dijumpai pada malam hari di kawasan tersebut.
“Kalau malam, kita di sini sering berjumpa dengan kuskus matabiru dengan jarak yang cukup dekat, bahkan dekat dengan basecamp kita,” ungkap Ibeng.
Pengalaman tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi Pulo Tareba. Keberadaan kuskus matabiru di sekitar kawasan memungkinkan pengunjung melakukan pengamatan dengan lebih mudah tanpa harus masuk jauh ke dalam hutan. Meski demikian, perjumpaan dengan satwa liar tetap bergantung pada kondisi alam dan aktivitas satwa pada saat pengamatan.
Mengenal Kuskus Matabiru Bersama Pulo Tareba
Wawan Suprianto Nadra, seorang fotografer satwa liar yang aktif mengamati kuskus matabiru di Pulau Ternate, juga menilai Pulo Tareba memiliki potensi sebagai lokasi pengamatan satwa endemik tersebut.
Menurutnya, kuskus matabiru tersebar di sejumlah kawasan di Pulau Ternate. Namun, Pulo Tareba menawarkan pengalaman pengamatan yang relatif mudah dijangkau, nyaman, dan berpotensi lebih aman karena kegiatan dapat dilakukan di sekitar area aktivitas komunitas.
“Di Pulau Ternate, kuskus matabiru tersebar. Namun, salah satu tempat yang paling mudah, aman, dan nyaman untuk mengamati satwa endemik tersebut adalah di Pulo Tareba,” jelas Wawan.
Bagi Komunitas Pulo Tareba, keberadaan kuskus matabiru bukan sekadar daya tarik alam, melainkan juga kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan hayati lokal kepada masyarakat. Melalui pengamatan langsung, pengunjung dapat mengenal karakteristik, perilaku, serta habitat satwa yang menjadi bagian penting dari ekosistem Pulau Ternate.
Kuskus matabiru merupakan mamalia berkantung yang memiliki ciri khas mata berwarna biru. Satwa ini bersifat nokturnal, yaitu lebih aktif pada malam hari, dan banyak menghabiskan waktunya di pepohonan. Oleh karena itu, pengamatan pada malam hari menjadi pilihan yang sesuai untuk mengenal aktivitas alaminya, dengan tetap memperhatikan keselamatan pengunjung dan kenyamanan satwa.
Danau Tolire, Rumah bagi Keanekaragaman Hayati
Terletak di kawasan kaki Gunung Gamalama, Danau Tolire memiliki bentang alam yang khas dan menyimpan potensi keanekaragaman hayati yang menarik untuk dipelajari. Kawasan di sekitar danau, termasuk vegetasi dan habitat alaminya, menjadi bagian dari ruang hidup berbagai jenis organisme.
Di tengah kekayaan alam tersebut, kuskus matabiru menjadi salah satu satwa yang menarik perhatian. Kehadirannya mengingatkan kita bahwa kawasan Danau Tolire tidak hanya memiliki nilai keindahan lanskap, tetapi juga nilai ekologis yang perlu dijaga.
Pulo Tareba ingin menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan alam tersebut melalui kegiatan yang menghubungkan pengunjung dengan lingkungan secara langsung. Pengalaman mengamati satwa di habitat alaminya diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kepedulian, dan kesadaran untuk menjaga keberlangsungan kehidupan satwa liar.
Pengamatan yang Bertanggung Jawab untuk Konservasi
Kemudahan menjumpai kuskus matabiru harus berjalan seiring dengan tanggung jawab untuk menjaga habitat dan perilaku alaminya. Karena itu, pengamatan satwa di Pulo Tareba perlu dilakukan dengan memperhatikan prinsip-prinsip konservasi.
Pengunjung diimbau untuk menjaga ketenangan, tidak menyentuh atau memberi makan satwa, tidak mengejar satwa demi mendapatkan foto, serta menghindari sorotan cahaya yang berlebihan secara langsung ke mata kuskus. Pengamatan sebaiknya dilakukan dengan mengikuti arahan pengelola atau pendamping setempat.
Prinsip tersebut penting agar aktivitas pengamatan dan fotografi satwa liar tidak mengganggu waktu istirahat, aktivitas mencari makan, maupun pergerakan kuskus matabiru di habitatnya.
Komunitas Pulo Tareba meyakini bahwa pengalaman berjumpa dengan satwa liar dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kepedulian terhadap alam. Melalui pengamatan yang bertanggung jawab, pengunjung tidak hanya menikmati pengalaman melihat kuskus matabiru secara langsung, tetapi juga belajar memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
Pulo Tareba bukan hanya tempat untuk menikmati keindahan Danau Tolire, tetapi juga ruang untuk mengenal, belajar, dan menumbuhkan kepedulian terhadap kekayaan hayati Maluku Utara.
Mari mengenal kuskus matabiru dari habitat alaminya dan bersama-sama menjaga alam yang menjadi rumah bagi satwa endemik kebanggaan kita.